Ads by BuzzCity

Selasa, 01 Mei 2012

Kisah Nyata - Nenek Pencuri Singkong Di Tuntut 2,5 Tahun Penjara



Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT A**** K**** tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bg warga lainnya.Hakim Marzuki menghela nafas,dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', ktnya sambil memandang nenek itu,'saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU'.Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin."Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap org yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorg kelaparan sampai hrs mencuri utk memberi mkn cucunya, sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kpd terdakwa."Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu krn telah menuntutnya.



Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki.



** Semoga bisa menjadi pelajaran bwt kita semua Insyaallah.



Dear Para Petinggi Negri ini



Kami hanya sebutir Pasir yang mungkin sudah kena Tai Kucing. namun, di balik kelusuhan kami dan bau nya tubuh ini. tersimpan hati kami yang lelah dan sakit karna terlalu banyak menanggung derita ini. Kami pasrah, Kami tabah, dan kami tetap tersenyum walaupun mulut kami tak berkenan untuk tersenyum.



kalian bapak/ibu Mentri yang duduk di kursi empuk. tolong dengarkan kami Para orang orang yang terkutuk. kami ini tidak seperti anda, yang mampu membeli emas berlian sesuka kalian. dan kami pun sadar di balik kemewahan kalian tertumpuk Beban negara yang selalu menyelimuti pikiran kalian.



anda bagaikan Layar Perahu yang kami tumpangi. jika anda mengarahkan Perahu ke arah Utara, kami pun akan mengikuti kalian. walaupun Hati kami berkenan Ke arah selatan.



namun, kami hanya ingin di dengarkan. dengarkan lah jeritan hati kami para sampah masyarakat ini



apa kami ingin seperti ini.?



apa kami ingin mempunyai nasib seperti ini.? dan apa anda tau semua jeritan hati kami untuk anda.?



Setiap malam, kami hanya mampu berdoa. hanya untuk mendoakan anda sebagai PETINGGI NEGERI INI.! karna kemajuan kami dan bangsa ini ada di tangan anda.



DAN ANGGAPLAH BAHWA KAMI ITU ADA.!



=============================================



Saya tidak membutuhkan komentar anda.. Saya hanya ingin sahabat semua menyebarkan kisah ini ke media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain utk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki. Bagikan kisah ini ke teman facebookmu klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...